Press "Enter" to skip to content

Meniti Jejak di Gunung Dempo

Meniti Jejak di Gunung Dempo
Seorang Pendaki yang berasal dari organisasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Pecinta Alam ( Mafesripala) sengan menikmati pemandangan di Top Merapi Gunung Dempo pada Kamis, 31 Maret 2022. (Wanawala/Sigit Prasetya)

Gunung Dempo terletak di Kota Pagar Alam, 296 kilometer dari ibu kota Sumatera Selatan, Palembang.

  • Gunung ini memiliki dua puncak; Dempo dengan ketinggian 3159 mdpl dan Merapi dengan ketinggian 3183 mdpl.

  • Kaldera Gunung Dempo menampilkan empat warna; abu-abu, hijau tua, biru, dan toska. Puncak

WANAWALA – Dempo merupakan gunung yang menjadi destinasi utama pecinta alam pencari dataran tinggi di Tanah Sriwijaya.

Dempo merupakan gunung berapi aktif berbentuk kerucut (stratovolcano) yang letak geografisnya berada di perbatasan Sumsel dan Bengkulu di titik koordinat 4,03°LS 103,13°BT. Gunung ini memiliki dua puncak; Dempo dengan ketinggian 3159 mdpl dan Puncak Merapi dengan ketinggian 3183 mdpl.

Dari Palembang, pendaki harus menempuh perjalanan darat sekitar tujuh jam untuk mencapai Pagar Alam. Setiba di Pagar Alam, pendaki masih harus berkendara hingga ke Kampung 4, satu-satunya titik awal pendakian di Gunung Dempo.

Di perjalanan dari Kota Pagar Alam menuju Kampung 4, pendaki telah disuguhi pemandangan yang menyegarkan mata yaitu hamparan kebun teh luas milik PTPN VII. Sesampainya di Kampung 4, pendaki wajib melakukan registrasi di basecamp Brigade demi keamanan.

Dari Kampung 4 menuju ke titik awal pendakian kurang lebih memakan waktu hingga 20-30 menit berjalan kaki. Pemandangan kebun teh luas dan Kota Pagar Alam di kejauhan tampak di sepanjang perjalanan. Dari titik awal pendakian menuju Pintu Rimba bisa memakan waktu hingga 30 menit mendaki melewati kebun teh.

Setiba di Pintu Rimba Gunung Dempo, pendaki dapat beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Shelter 1 yang bisa memakan waktu 2 jam perjalanan menanjak dengan jalur yang sempit.

Di Shelter 1 Gunung Dempo, terdapat sumber mata air yang bisa dimanfaatkan untuk mengisi bekal air minum pendaki selama perjalanan seraya beristirahat menikmati sejuknya udara di hutan.

gunung dempo
Tiga pendaki yang berasal dari organisasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Pecinta Alam (Mafesripala) berjalan menuju Pintu Rimba Gunung Dempo dengan melewati hamparan kebun teh yang luas pada Selasa, 29 Maret 2022. (Wanawala/ Sigit Prasetya)

Untuk menuju ke Shelter 2, pendaki menghadapi jalur yang sedikit ekstrem. Di tengah perjalanan, pendaki akan menjumpai dinding tebing yang biasa disebut sebagai Dinding Lemari Gunung Dempo. Untuk tiba di Shelter 2, pendakian dapat memakan waktu selama kurang lebih 3 jam dengan medan yang terus menanjak dan menghadapi rintangan akar-akar kayu yang tumbang. 

Setiba di Shelter 2, pendaki dapat istirahat dengan leluasa karena memiliki dataran yang sedikit luas dibandingkan dengan Shelter 1. Di Shelter 2 juga terdapat sumber air yang lumayan deras.

Untuk menuju Puncak Dempo dengan ketinggian 3159 mdpl, pendaki harus berjalan mendaki dengan medan yang sedikit curam yang berkontur batuan cadas yang dapat memakan waktu selama tiga jam.

Setiba di Puncak Dempo, para pendaki biasanya turun dan mendirikan tenda di lembah luas yang memisahkan dua punggungan yaitu Puncak Dempo dengan Puncak Merapi.

Di Pelataran Gunung Dempo banyak terdapat tumbuh-tumbuhan Cantigi, yang biasanya disebut dengan Kayu Panjang Umur oleh warga sekitar. Untuk menuju ke Puncak Merapi memakan waktu 30 menit dari Puncak Dempo. Pemandangan dari Puncak Merapi bisa membayar kelelahan para pendaki. Lanskap kawah kaldera luas serta dapat berubah warna tergantung cuaca.

Konon ada empat warna yang ditampilkan; abu-abu, hijau tua, biru, dan toska. Puncak Merapi Gunung Dempo biasa dimanfaatkan pendaki untuk swafoto, mengabadikan momen di puncak tertinggi Sumatera Selatan tersebut. Pendaki dapat menikmati pemandangan yang indah dengan lanskap luas dan kokohnya dinding kawah Merapi Gunung Dempo.

 


Related